Sistem -> Komponen
Sistem -> Prosedur
Sebuah kesatuan komponen yang saling berhubungan dengan prosedur kerja tertentu untuk mencapai tujuan dalam mengolah masukkan untuk menghasilkan keluara.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara di mana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
KARAKTERISTIK SISTEM
1.Mempunyai komponen-komponen sistem
Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras, perangkat lunak dan manusia.
Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem.
Misalkan bila perangkat keras adalah sistem yang memiliki sub sistem
CPU, perangkat I/O dan memori, maka supra sistem perangkat keras adalah
sistem komputer.
2.Mempunyai batas sistem (Boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
3.Mempunyai lingkungan luar (environment)
Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. lingkungan luar yang mengutungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
4.Mempunyai penghubung (interface)
Penghubung merupakan media perantara antar sub sistem. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Output dari satu sub sistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan sub sistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
5.Mempunyai tujuan (goal)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
MASALAH SISTEM
Masalah adalah suatu keadaan atau kondisi yang menjadi pemisah antara keadaan atau kondisi yang yang diinginkan dan keadaan atau kondisi kenyataan yang terjadi
Masalah menurut strukturnya dibagi menjadi :
1. Masalah terprogram .
Masalah terprogram adalah masalah yang dapat kita ketahui atau kita perkirakan proses terjadinya dan sebaliknya
2. Masalah tidak terprogram.
Masalah tidak terprogram adalah masalah yang tidak dapat diketahui atau diperkirakan proses terjadinya.
Masalah sistem informasi berhungan dengan karakteristik/nilai informasi, yaitu :
-
Relevansi (relevancy).
Hasil dari sistem informasi (SI) harus dapat digunakan untuk kegiatan managemen ditingkat operasional, taktis dan strategik. Jika tidak dapat digunakan, informasi tersebut layak untuk tidak diperhatikan lagi.
-
kelengkapan (completeness),
Data tidak hanya dimasukkan secara benar, tetapi juga harus lengkap. Apabila sebuah sistem informasi memiliki 95% keakuratan data, tetapi hanya 80% dari kebutuhan informasi, maka sistem akan tidak efektif.
-
kebenaran (correctness),
Kebenaran biasanya dipikir sebagai keakuratan. Semua data dari field harus dimasukkan secara benar
-
keamanan (security),
Seringkali informasi dikirimkan ke setiap orang yang membutuhkannya. Pengawasan keamanan adalah struktur pengecekan untuk memutuskan jika informasi yang sensitif ditujukan kepada pemakai yang tidak sah.
-
Ketepatan waktu (timeliness).
Tumpukan pemasukan data biasa mengalami kenaikan. Sebuah tumpukan pemasukan data terjadi ketika data transaksi tidak langsung dimasukkan pada saat itu (ditunda/tertunda). Keluhan tentang lambatnya sistem membuat laporan juga mengalami kenaikan. Waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahan program pun mengalami kenaikan.melakukan sebuah pekerjaan dengan tepat waktu adalah hal yang penting untuk mencegah munculnya masalah baru.
-
Ekonomi (economy),
Biaya sistem informasi akan mengalami kenaikan sesuai dengan berjalannya waktu. Meskipun ada beberapa biaya yang mengalami penurunan, dan sebagian akan naik Banyak hal yang menunjukkan kenaikan biaya, seperti konsultan pemeliharaan hardware dan program, dan sebagainya. Banyak organisasi merekrut konsultan sebagai programmer atau analis selama proyek. Untuk jangka pendek secara drastis akan menaikkan biaya tenaga kerja, tetapi untuk jangka panjang mengurangi biaya karena mempertimbangkan keuntungan sistem informasi yang didapat.
-
Efisiensi (eficiency).
Efisiensi adalah berapa banyak produksi meningkat karena tambahan unit sumber daya dalam proses produksinya.
-
Dapat dipercaya (reliability).
Sebuah indikator penting dari sistem informasi yang adalah dengan memperhatikan masalah reliabilitasnya. salah satunya adalah banyaknya karyawan mengalami pergantian (turnover), yaitu tingkat rata-rata karyawan bekerja dengan baik keluar, dan karyawan baru ditraining.
-
Kegunaan (usability).
Tidak ada hal yang lebih baik dari sebuah sistem yang dirancang sesuai dengan kriteria. Jika sistem sulit digunakan, berarti adalah masalah dalam sistem.
Tujuan dari sistem informasi adalah agar pengelolaan data dan informasi sebuah organisasi dapat menyeluruh, terintegrasi , terpadu dan menghasilkan informasi cepat dan akurat. Prinsip dari pengelolaan sistem informasi adalah didukung tim IT yang kuat, infrastruktur IT yang mendukung, kebijakan/prosedur, perencanaan dan manajemen, serta pengembangan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Pengembangan sistem informasi dapat bermanfaat sebagai pendukukng proses operasi kegiatan dan aktivitas yang dilakukan UHAMKA. Selain itu juga dapat sebagai instrumen pendukung upaya pengambilan keputusan oleh pimpinan dan karyawan UHAMKA. Harapannya dapat dibuat suatu strategi untuk keunggulan dalam berkompetisi.
Sebagai contoh pada sistem informasi akademik. Sistem tersebut mengelola data akademik yang terdiri dari proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Jika didukung oles sistem informasi yang berkualitas maka akan menghasilkan hasil dan manfaat berupa kemudahan memperoleh informasi berkaitan dengan akademik dan kemudahan proses pengambilan keputusan dalam upaya perbaikan akademik.
KLASIFIKASI SISTEM
1. Sistem abstrak dan sistem phisik :
a.Sistem abstrak (abstract system), adalah sistem yang tidak tampak secara fisik
b. Sistem phisik (physical system), adalah sistem yang ada secara phisik
2. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia :
a. Sistem alamiah (natural system), adalah sistem yang terjadi melalui proses alam
b. Sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang dirancang oleh manusia
3. Sistem tertentu dan sistem tak tentu:
a.Sistem tertentu (deterministic system), adalah sistem yang kondisi masa depannya dapat diprediksi
b. Sistem tak tentu (probabilistic system), adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi
4. Sistem tertutup dan sistem terbuka :
a.Sistem tertutup (closed system), adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luar
b. Sistem terbuka (open system), adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar
SOLUSI SISTEM
Keputusan adalah proses pemilihan dua atau lebih pilihan yang dilakukan dalam rangka pemecahan masalah. Sesuai struktur tahapannya, keputusan diklasifikasikan menjadi:
1. Keputusan terstruktur.
Keputusan terstruktur adalah keputusan yang dilakukan dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, sebaliknya
2. Keputusan tidak terstruktur.
keputusan tidak terstruktur adalah keputusan yang dilakukan tanpa melalui prosedur biasa yang telah ditetapkan.
Pada penerapannya secara riil, jenis sistem informasi yang membantu proses pengambilan keputusan adalah sistem penunjang keputusan (SPK) atau Decission Support System (DSS). DSS cenderung digunakan dalam perencanaan, pilihan analisa, dan mencoba serta mencari kesalahan untuk memperoleh penyelesaia.
proses pengambilan keputusan terdiri dan tiga tahap pokok :
1. Penyelidikan
Tahap ini dilakukan pengumpulan data dengan mempelajari lingkungan atas kondisi yang memerlukan keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan diuji untuk dijadikan petunjuk yang dapat mengindentifikasi persoalan.
2. Perancangan
Pada tahap ini dilakukan pembuatan daftar, pengambangan dan analisis arah tindakan yang mungkin diambil, meliputi proses-proses untuk memahami persoalan, menghasilkan pemecahan, dan menguji kelayakan pemecahan tersebut.
3. Pemilihan
Memilih arah tindakan dan semua yang ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.
Metode pembuatan keputusan, antara lain :
1. Teknik optimisasi
Teknik optimisasi menganggap sistem pembuatan keputusan adalah tertutup di mana semua alternatif dan hasil-hasilnya diketahui.
2. Matriks hasil
Matriks hasil terdiri dari baris – baris untuk alternative atau strategi kondisi yang mempengaruhi hasil strategi.
3. Pohon keputusan
merupakan metode yang berguna untuk menyajikan analisis. Analisis ini dinamakan sebuah “ pohon keputusan “ ( decision tree ). Karena tindakan dan keputusan yang berbeda – beda membentuk cabang – cabang dari sebuah titik awal harus berada dipangkal atau di bawah halaman dan cabangnya menjulur keatas.



.jpg)
.jpg)